Sabtu, 05 Oktober 2019

Accounting & Auditing Procedures Hotel


Accounting & Auditing Procedures

Meskipun akuntansi dan audit merupakan bidang terkait, mereka beroperasi terpisah dalam sebuah organisasi. Itu berarti bahwa kebijakan dan prosedur akuntansi yang akan terpisah dari kebijakan audit dan prosedur. Akuntansi merupakan bagian dari operasi bisnis, sedangkan audit merupakan fungsi pengawasan independen.

1.  Kebijakan
Kebijakan prinsip-prinsip, aturan dan pedoman yang dirumuskan atau diadopsi oleh organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang.
2.  Prosedur
Prosedur adalah metode khusus yang diterapkan untuk mengekspresikan kebijakan dalam tindakan operasional organisasi sehari-hari. Sama seperti batasan dan pedoman yang Anda tetapkan di rumah dirancang untuk melatih anak-anak Anda pada perilaku yang tepat, prosedur yang dirancang untuk menampilkan karyawan bagaimana melaksanakan tugas pekerjaan mereka.
3.  Kebijakan dan Prosedur Bertindak Bersama 
Kebijakan dan prosedur adalah salah satu alat yang paling berharga yang tersedia untuk manajemen. Di masa lalu, kebijakan dan prosedur adalah salah satu daerah yang paling diabaikan dari manajemen; sering semua orang tampaknya tahu apa kebijakan dan prosedur tapi mereka tidak diformalkan secara tertulis.
Sekarang proses akuntansi dan pelaporan keuangan harus dipetakan - yang menempatkan prosedur di atas kertas - dan sejak dimulainya kontrol internal harus dievaluasi dan dilaporkan oleh manajemen dan auditor independen, kebijakan dan prosedur harus dibuat secara tertulis atau akan ada masalah pengendalian internal yang akan dilaporkan.
"Kebijakan dan prosedur bertindak bersama-sama memberikan hubungan strategis antara visi perusahaan dan operasional sehari-hari," kata Michael Griffin, penulis "Cara Menulis Pedoman Kebijakan." Hal ini penting karena  - seperti aturan dan batas yang ditetapkan di rumah untuk anak-anak - baik kebijakan dan prosedur tertulis memungkinkan karyawan untuk memahami peran dan tanggung jawab dalam batas-batas yang telah ditentukan. Kebijakan dan prosedur tertulis yang mudah untuk memahami bahasa manajemen memberikan kemampuan untuk memandu operasi tanpa manajemen konstan mikro. Bahkan, kebijakan dan prosedur tertulis jelas menghemat manajemen jam yang tak terhitung waktu mengarahkan karyawan pada apa yang harus dilakukan.
4.  Kebijakan Akuntansi dan Prosedur
Fungsi akuntansi adalah bagian dari kegiatan operasional harian dari keseluruhan bisnis. Kebijakan akuntansi dan prosedur yang seharusnya menjadi bagian dalam kebijakan perusahaan dan manual prosedur atau volume terpisah dalam satu set manual kebijakan perusahaan. Intinya adalah bahwa kebijakan dan prosedur akuntansi diawasi oleh manajemen perusahaan, yang akhirnya ke kantor pusat ataupun akuntan publik, kebijakan dan prosedur akuntansi merupakan elemen penting dalam pengendalian internal (seperti juga kebijakan dan prosedur untuk setiap bagian dari bisnis) struktur perusahaan. Mereka memberikan pedoman bagi staf akuntansi untuk memproses transaksi dan menghasilkan catatan akuntansi yang akurat dan penting untuk operasi yang efisien dan efektif bisnis.
5.  Kebijakan Audit dan Prosedur
Departemen audit di sebuah perusahaan harus independen dari manajemen. Hal ini dilakukan dengan memiliki departemen audit. Sementara audit akan memiliki kebijakan dan prosedur yang mencapai tujuan umum dibahas di atas, kebijakan dan prosedur audit akan benar-benar terpisah dari kebijakan dan prosedur perusahaan secara keseluruhan. kebijakan dan prosedur audit diarahkan untuk mencapai tujuan keseluruhan departemen audit yang ditetapkan oleh dewan direksi. Audit kebijakan dan prosedur pengendalian internal merupakan penting dalam departemen audit dan departemen audit yang efektif adalah pengendalian internal yang penting dalam perusahaan.
6.  Akuntansi dan Kebijakan Audit dan Prosedur
Meskipun akutansi dan audit  merupakan bidang terkait, namun memiliki fungsi yang sangat berbeda dalam pegaturan perusahaan. Kebijakan akuntansi, audit dan prosedur akan memiliki tujuan yang sama (untuk memandu fungsi akuntansi dan audit) - mereka cukup berbeda dalam fokus operasional. Akuntansi sebagai bagian dari kegiatan operasional harian bisnis; dan audit sebagai fungsi pengawasan untuk manajemen, dewan direksi.
7.  Hotel Night Audit
Dilakukannya night audit untuk memeriksa dan memastikan semua penjualan dan penerimaan pembayaran di Front Office, restoran maupun di outlet lainnya dan menutup semua transaksi pada hari yang bersangkutan. Dalam proses night audit, sistem akan mengakumulasi semua data dan mencetak laporan-laporan.
8.  Hotel Income audit
Memastikan kebenaran perhitungan dari night audit dan mengalokasikan  pendapatan dengan benar sesuai general ledger.
Mencocokkan, mengkoreksi dan memastikan kelengkapan dokumen yang sesuai dengan prosedur operasional hotel dan mengakumulasi, menganalisa revenue tiap hari (untuk dibandingkan dengan budget).



BANKING
House bank
Adalah uang tunai “dalam jumlah terbatas” yang disetujui oleh manajemen dan dipergunakan dalam operasional sehari-hari untuk kepentingan hotel.
Bank Account
Data rekening hotel yang dipergunakan untuk operasional sehari-hari dan dikenal dengan hotel system, yaitu : Bank In, Bank Out.
Bank In
Adalah rekening bank yang berfungsi untuk menerima setoran hasil usaha hotel. Setoran unit hotel ke rekening bank in dapat berupa uang tunai, credit card, cek, bilyet giro, dan transfer. Semua hasil operasional (revenue) & non operasional harus disetor seluruhnya ke bank in keesokan harinya (kecuali hari Sabtu dan hari libur) dan tidak boleh dikurangi untuk keperluan pengeluaran rutin atau pengeluaran lainnya oleh hotel. Sedang Sabtu dan hari libur, semua hasil operasional (revenue) harus disetorkan pada hari kerja berikutnya. Sementara dana disimpan di brankas.
Bank Out
Adalah rekening yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional juga pembayaran : supplier, remunerasi karyawan, dapat berupa uang tunai, cek, bilyet giro, dan transfer.
Pembuatan Bukti Bank
Semua transaksi bank in dibuatkan bukti penerimaan bank dan bank out  bukti pengeluaran bank.
Daftar Rekening
Untuk  sebuah system akutansi, daftar rekening adalah sangat penting, karena daftar rekening merupakan hal yang pokok untuk pencatatan dokumen, jurnal, buku-buku besar, laporan-laporan maupun keseluruhan procedure yang digunakan pada system akutansi. Karena banyaknya rekening-rekening (account) maka proses dan daftar itu perlu diatur secara teratut sehingga mudah untuk menemukannya dengan memberi nomor dan kode-kode pada semua rekening (account) yang ada.
Pada dasarnya rekening digolongkan :
1. Rekening riil (real account), yaitu rekening yang merupakan unsure dalam penyusunan sebuah neraca yang terdiri dari :
a.   Rekening harta (aktiva)
b.   Rekening utang
c.   Rekening modal
Rekening utang dan modal ( rekening Pasiva ), sisa dari rekening riil ini pada akhir periode pembukuan, akan digunakan sebagai sisa awal untuk periode akutansi berikutnya.
2. Rekening nominal / rekening sementara (nominal/temporary accounts), yaitu rekening yang merupakan unsure – unsure dalam penyusunan perhitungan Rigi-Laba. Rekening ini terdiri dari :
a.   Rekening penjualan / Pendapatan
b.   Rekening harga pokok dan Biaya
Pada akhir tahun, buku kedua rekening ini akan dipindahkan ke Rugi Laba dan pada akhirnya akan dipindahkan lagi ke rekening modal.
Dalam setiap periode akutansi, siklus akutansi akan diawali dengan pencatatan transaksi dan berakhir dengan post closing trial balance. Proses akutansi bisa dilakukan secara manual maupun (system) komputerisas.
Siklus akutansi merupakan tahapan-tahan dalam yang terdiri dari :
1.  Pengumpulan data administrasi keuangan.
2.  Analisis transaksi.
3.  Membukukan transaksi keuangan pada jurnal.
4.  Membukukan pada buku besar.
5.  Menyiapkan neraca percobaan.
6.  Menyiapkan jurnal penyesuaian.
7.  Menyiapkan laporan keuangan.
Arus Dokumentasi Akutansi (accounting flow chart)
Adalah suatu siklus mulai dari terjadinya transaksi yang menimbulkan dokumen dasar dan kemudian ke jurnal dan dicatat ke buku besar sehingga dapat disusun laporan keuangan yang berupa Neraca Perhitungan Rugi – Laba.


NERACA
Maksud dari penyusunan Neraca adalah untuk menyajikan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu yang berupa harta yang dimiliki, utang serta modal perusahaan. Neraca yang disusun setiap bulan dikenal sebagai Neraca Interim ( antar waktu ) yang dimaksud untuk mengawasi efisiensi perusahaan.

Pos-pos Neraca dibedakan mana yang current asset / current liability dan mana yangg non current asset / liability yang bisa ditulis dalam Neraca.

Seperti penggolongan berikut :
I.  Asset( kekayaan ), dalam neraca akan terlihat pada sebelah
    Debet (kiri).
1.  Current Assets ( harta lancar )

  • Cash ( uang tunai, bank, serta dengan kas / deposito )
  • Account Receivable ( AR / Piutang / tagihan )
  • Inventories ( persediiaan )
  • Prepaid Expenses ( biaya dibayar dimuka, antara lain : biaya premi asuransi, biaya sewa gedung ).
  • Other Current Asset (harta lancar lanilla : antara lain : pembelian dimuka atas statu barang yang jumlahnya akan berkurang apabila barang yang dibeli diterima.
  • Fixe Asset ( barang brgerak maupun tidak brgerak : kenderaan, gedung ) 
  • Operating Equipment ( chinas ware, glassware, silverware )
  • Deffered Charge ( biaya yang ditangguhkan pembebanannya antara lain : pre-opening expenses )

2 .  Fixed Asset ( harta tetap )
3.  Others Asset


II. Liability ( hutang ) ,dalam nerca akan terlihat dalam sebelah
     Kredit kanan.

1.  Current Liabilities ( kewajiban lancar )
  • Account Payable – Trade Creditor ( hutang dagang ).
  • Others account Payable ( untuk menampung hutang-hutang yang lain seperti : service charge )
  • Account liabilities ( hutang tertahan yang harus dibayarr ).
  • Affiliated Company Account( account yang digunakan untuk mencatat hubungan rekening Koran kantor pusat dengan rekening Koran unit )
  • Deffered Income( pendapatan yang belum menjadi hak perusahaan antara lain : room deposit, banquete deposit, store rental deposit )
  • Reserve( disebut juga account cadangan ). Antara lain seperti : reserve untuk THR dicadangkan 1 bulan gaji sesuai dengan ketentuan yang ada dihotel.
Neraca terlihat sebelah Kredit kanan.
berjalan )

2.  Long term Debt
III. Capital / NET Worthdan Operating Control Account dalam
1.    Capital Stock ( modal saham ).
2.    Retained Earning ( laba yang ditahan ).

3.    Current Profit or Loss ( keuntungan / kerugian bulan / tahun



ANALISA
Management akan dapat menganalisa kemampuan perusahaan dari :
1. Current Rasio ( Working Capital Ratio ) = current asset / current liabilities. Yaitumembandingkan jumlah harta lancer dengan kewajiban lancar.

  • Jika harta lancer > kewajiban lancer, atau CR > 1, artinya perusahaan “liquid” ( mampu bayar hutang lancar )
  • Jika harta lancer < kewajiban lancer, atau CR < 1, artinya perusahaan kesulitan membayar hutang lancarnya.

2. Quick Ratio atau Accid Test Ratio = Current Asset – Inventory / Current liabilities. Yaitu membandingkan jumlah current asset yang mempunyai likuiditas yang tinggi dengan current liablitties. Perbandingan < 1 dianggap kurang baik.
3.  Activity Ratioadalah rasio yang mengukur likuiditas aktiva tertentu dan efisiensi pengelolan asset. Yang termasuk dalam kategori ini adalah rata-rata pengumpulan piutang ( average collection period ), perputaran piutang ( account receivable ), perputaran barang ( inventory turnover ), perputaran aktiva tetap ( fixed assets turnover ) dan perputaran total aktiva ( total assets turnover).

4. Profiability Rasioadalah rasio yang mengukur kinerja secara keseluruhan perusahaan dan efisiensi dalam pengelolaan aktiva, kewajiban dan modal. Yang termasuk dalam kategori ini adalah prosentase laba kotor ( gross profit margin ), prosentase laba bersih ( net profit margin ), cash flow margin, return on total assets ( ROA ) atau return on investment ( ROI ), return on equity ( ROE ) dan cash return assets.

FIXED ASSET
Ini disebut aktiva tetap atau harta tetap atau disebut juga company propery.
Fixed Assed dapat dibedakan :
1.  Fixed Assets
2.  Operating Equipment
Fixed Assets
Yang digolongkan dalam Fixed assets adalah :
  • Land – ini tidak dikenakan depreciation
  • Garden & land Improvement – ini dikenakan depreciation
  • Building & building equipment – ini dikenakan depriciation dengan jangka waktu 10 – 20 tahun, account ini berupa bangunan hotel, kantor, gedung, gedung untuk mesin listrik.
  • Additions, Replacement and improvements adalah kelak diadakan perubahan, penambahan serta penggantian yang berarti menambah nilai gedung tersebut secara tidak langsung.
  • Air Conditioning equipment – ini dikenakan depreciation 5 tahun.
  • Furniture, Fixture and equipment termasuk dalam golongan ini adalah perabot kantor, perabot kamar, mesin-mesin, mesin kantor dan sejenisnya.
Automobiles, bagi suatu hotel / restaurant adalah alat angkut tamu, alat pengangkut bagi barang gudang dan alat pengangkut bagi karyawan.

Operating Equipment.
Yang digolongkan dalam golongan ini adalah :


  • Chinaand glassware room
  • Chinaand glassware F & B
  • Linen Room
  • Linen F&B
  • Silver F&B
  • Uniform

Akunting Departemen Hotel

Accounting Departement

Departemen Akuntansi yang berfungsi untuk membuat catatan segala transaksi-transaksi yang terjadi secara teratur, sehingga setiap akhir bulan, akhir tahun mampu memberikan informasi laporan tentang posisi keuangan hotel yang menyangkut harta, utang dan modal demikian juga  dengan perihitungan laba-rugi.

Hotel Accounting

Ungkapan "uang membuat dunia berputar" memang benar untuk akuntan hotel. Adalah melacak setiap transaksi keuangan di hotel untuk memastikan bahwa semua uang yang masuk dan keluar secara akurat dicatat dan ditangani. Jika ada perbedaan, harus diselidiki dan diperbaiki atau buatlah laporan alasan mengapa hal itu terjadi, apakah sengaja atau tidak (kesalahan atau penipuan)
Dalam sistem ini juga akan menangani perhitungan upah, gaji dan pembayaran yang ada di hotel, kecuali jika bekerja untuk sebuah kelompok hotel besar, dalam hal ini  mungkin akan berbasis di kantor pusat dengan tanggung jawab untuk properti tertentu.

Kunci tanggung jawab :
  • Pengendalian daftar gaji
  • Memproduksi seperangkat akurat rekening akhir bulan, dengan perbandingan    untuk prakiraan dan periode sebelumnya
  • Menyiapkan akun laba rugi dan neraca untuk manajemen 
  • Membantu dalam penyusunan anggaran dan perencanaan bisnis termasuk pendapatan yang diproyeksikan kamar
  • Rekonsiliasi laporan bank
  • Undang-undang yang berlaku /  tentang PPN
Chasing akhir pembayaran, pelaporan kredit macet dan mengawasi secara hati hati pada arus kas.
Prosedur akuntansi Hotel membantu suatu perusahaan dalam industri perhotelan menyiapkan laporan keuangan yang akurat yang sesuai dengan peraturan dan prinsip-prinsip akuntansi. Peraturan ini termasuk prinsip akuntansi yang berlaku umum, standar pelaporan keuangan  dan Peraturan Pemerintah yang berlaku di Indonesia. Juga berhubungan dengan Head Office (jika hotel group), Pajak Daerah dan Perusahaan Akuntansi Publik .Bila ditinjau dari fungsi Departemen Akuntansi dapat dipisahkan jadi beberapa hal :
  1. Menerima pembayaran kas yang ditangani oleh General Cashier (Kasir Umum) untuk disetor ke Bank (Bank In).
  2. Melaksanakan pengeluaran Kas untuk pembayaran yang relatif kecil,  pembayaran cek untuk pebayaran yang besar-besar dan ditangani oleh General Cashier.
  3. Mencatat pembelian barang yang tidak dibayar secara tunai serta biaya - biaya yang dikeluarkan dan ditangani oleh Account Payable (Bagian Utang)
  4. Account Receivable (Bagian Piutang) bertanggung jawab membukukan piutag dan bertanggung jawab atas semua tagihan dan umur piutang.
  5. Proses Night Audit dimaksudkan untuk memeriksa dan memastikan semua penjualan dan penerimaan pembayaran di Front Office, restoran maupun di outlet lainnya dan menutup semua transaksi pada hari yang bersangkutan. Dalam proses ini, sistem akan mengakumulasi semua data dan mencetak laporan.
  6. Mencatat pendapatan / penjualan hotel yang dilaksanakan oleh Income Auditor. Memastikan kebenaran perhitungan dari night audit dan mengalokasikan  pendapatan sesuai general ledger. Memastikan kelengkapan dokumen yang sesuai dengan prosedur operasional hotel. Mengakumulasi dan menganalisa Sales Income tiap hari.
  7. Menghitung biaya-biaya yang dikeluarkan dan dilaksanakan oleh Cost Control, baik untuk bahan-bahan Food Beverage, bahan dan harta operasional ataupun harta tetap
  8. Membeli barang-barang keperluan hotel yang dilaksanakan oleh Purchasing (bagian pembelian).
  9. Menerima barang yang dibeli dan diterima oleh Receiving (bagian penerimaan barang) serta menyimpan di dalam gudang.
  10. Menyiapkan laporan keuangan yang dikerjakan oleh Bookkeeper (penataan buku).

Business Process / proses bisnis
Dalam melakukan proses bisnis menyangkut beberapa   kegiatan tentang :
Cash Flow
Dimana ini sebagai indicator kemampuan hotel dalam mengeluarkan ongkos-ongkos operasional. Dalam Cash Flow ini ada sisi yang sangat penting yaitu bagian
  • Expense (Debet) :Purchasing, Receiving, Storekeeper, Cost Control dan Account Payable
  • Revenue (Kredit) :Night Audit, Restaurant & Bar Cashier, Income Audit, Account, Receivable, General Cashier, Bookkeeper, Accounting Manager.
Internal Control
Pengawasan di dalam, dimana pengawasan ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kerugian tentang transaksi ataupun tentang ketidakcocokan proses accounting yang banyak berhubungan dengan  data-data, billing system dll.
Report Operation
Analisa laporan kegiatan operasional hotel yang antara lain berhubungan dengan pendapatan, pengeluaran dan biaya-biaya lainnya.

  • Financial Statement design & setupLaporan Keuangan.
  • Customized Daily Reports, Management reports & Owner reportsCustomized Laporan harian, laporan Manajemen & laporan Pemilik
  • Review and refine existing setups and reportsReview dan perbaikan atas laboran keuangan
  • Monthly accounting functions*Bank reconciliationsRekonsiliasi bank
  • Training for new employees, both in person and online/phone.Pelatihan untuk karyawan baru accounting staff.
  • Provide continuity as Interim ControllerEstablish internal control procedures Menetapkan prosedur pengendalian internal
  • Internal controls and auditKontrol internal dan audit
  • Accounts payableHutang
  • Budget and ForecastAnggaran dan Prakiraan 
Other financial services designed to meet your needsElectronic Data Processing (EDP)
Software
Electronic data processing adalah penanganan perangkat lunak / software (maintenance, back up database troubleshooting ), secara rutin update pattern antivirus yang ada di server dan klien dan bertanggung jawab atas keamanan database di server.
Hardware
Perangkat keras / hardware, maintenance terhadap networking,hardware trouble shooting dan pengolahan data elektronik. Melakukan penyempurnaan infrastruktur organisasi yang meliputi beberapa aspek antara lain, penyempurnaan sistem dan mekanisme tata kerja, pengembangan sistem teknologi informasi, penajaman sistem pengawasan intern dalam pengelolaan dokumen atau data, juga monitoring secara rutin terhadap traffic networking -nya.
Information Technology   Management ( IT Management )
Untuk membuat sebuah service kepada tamu dapat dilayani dengan akurat, aman, cepat dan menyenangkan dan informasi selalu update antara satu dengan department lain dibutuhkan “ integrated service” sehingga bisa mendatangkan revenue yang maximal. Namun hal ini juga membutuhkan investasi dan perbaikan / pengembangan yang berkelanjutan.
IT investment / development step by step :

  • Computerized reservation system, guest accounting, GL accounting systems.
  • Front Office Systems
  • Point of Sales terminals for F&B outlets.
  • Computerized energy management systems
  • Electronic card key systems
  • Automatic check out machine.
  • Integrated system for 300-plus room facilities.
  • MIS control System ( Management Information system ), communication.
Contoh MIS pada hotel system.


No
Task
Information System
Subprogram
1
Reservation
Room availability
Guest data, room inventory, deposits, special request, blocking, arrivals, departure, VIP


Confirmation
Reservation
Registration
Check Out Plan
2
Front Desk
Check In
Reservation
Guest Data
Room  inventory
Room Status
Security
Reports
Self Check In
Keys
Deposits


Room Status
Room inventory
Availability
Reports


Posting to guest
accounts
Point of Sales
Rooms
Tax
Transfer
Adjustment
Paid Out
Miscellaneous charges
Phone
Display Folio
Reports


Guest Credit Audit
Fund Availability – Bank  confirmation


Advance Deposits
Daily Report cash receipt


Cashier
Cashier Reports


Check Out
Folio, adjustment, cashier,
Minibar usage, cashier, back office transfer, reports, guest history
3
Call Accounting
Guest  information
Guest information
Employee information
Post Charges
Messages
Wake up calls.
Reports


Call Posting
Point of Sales
Rooms
Tax
Transfer
Adjustment
Paid Out
Miscellaneous charges
Phone. Display Folio
Reports
4
Housekeeping
Room Status
Room availability
Personnel assignment
Analysis,
Housekeeper’s Report
Equipment / supplies
Inventory and usage
Maintenance request


Facilities Malfunction
Report & Follow Up
Total daily by type of
malfunction.
Malfunction by room, history,
Frequency of Malfunction.
Daily customer complaint reports.
5
Maintenance
Work Order, repairs &  maintenance, renovation /
Improvement / additional facilities job order.
Review work order.
Status
Cost / labor analysis.
Inventory.
Repair cost analysis.
Energy usage analysis.
Guest Room Power start.
6
Food and
Beverage
Point of Sales
Point of Sales
Posting
Cashier reports
Food/beverage inventory,
Aging, expiration, Recipes
Sales control
Sales production analysis.
Labor analysis.
Special inventory report
(wine, caviar, imported goods, etc


Menu profitability analysis
Cost of good sold formula


Inventory
Sub ledger of inventory


Recipes
Secret recipes inventory.
General recipes inventory
7
Sales and
Marketing
Client File
Guest history, word
  Processing, client files,
Banquet files, desktop
Publishing, report, travel agencies, competitor’s price history


Direct mail
Mail Report


Guest History
Guest loyalty rating,
Gift, surprise extra discount


Travel Agent & MICE
Data base and guest contribution to hotel.
Event history
8
Night Audit
Room and Tax posting
Guest charges
Department total
City Ledger, Cashier,
Financial Report,
Housekeeping


Various operational report
Lost & Found report
9
Accounting
GL system,    eg :
Chart of account
Manual of account
Special journal

General Ledger

Report format, Balance
Sheets, Profit & Loss.
Cashflow, equity changes,
Notes to FS, appendice
Account Payable
Sub ledger,
Account Receivable
Sub ledger,
Inventory subledger.
Fixed asset subledger
Including IT harware
E.xpenses subledger,
Payroll.
Segmental assets
Subledger.
Segment revenue
Subledger
Segment profit & loss
General Ledger


Management accounting
system
Floor price full costing,
Direct costing & pricing
Value added cost
Monitoring.


Tax accounting system
Corporate income tax, PBB, Retribution, PPh 21, tax filing, investigation


Balance score cards
Database needed by BCS
10
Human Resources Management
HR score cards
Employee File
Job control List, word
processing



Personnel File
Employee history, salary
History, rises and promotion, etc


Time & attendance,
Performance records
Clock card attached to EDP / attendance finger system
11
Procurement
Purchase order system.
Automatic recorder point etc
ERP etc
12
Security
Parking Database
Security codes, personnel identification number, In-out, Analysis, Report Keys.
Fire Alarm,
Burglar Alarm.
Security code transaction
13
Event Management
Show, music, garden barbeque.
Banquet event order,  etc
Database of previous event,
Cost & benefit
14
Garden & Pool
Investment, repair and maintenance etc.
Subledger control
15
Finance and banking
Head office / Group intercompany account.
Report to creditor.
Bank account subledger,
Automatic loan repayment system.

Semoga Bacaan diatas bermanfaat buat pembaca