Accounting & Auditing Procedures
Meskipun akuntansi dan audit
merupakan bidang terkait, mereka beroperasi terpisah dalam sebuah organisasi.
Itu berarti bahwa kebijakan dan prosedur akuntansi yang akan terpisah dari
kebijakan audit dan prosedur. Akuntansi merupakan bagian dari operasi bisnis,
sedangkan audit merupakan fungsi pengawasan independen.
1. Kebijakan
Kebijakan prinsip-prinsip,
aturan dan pedoman yang dirumuskan atau diadopsi oleh organisasi untuk mencapai
tujuan jangka panjang.
2. Prosedur
Prosedur adalah metode khusus
yang diterapkan untuk mengekspresikan kebijakan dalam tindakan operasional
organisasi sehari-hari. Sama seperti batasan dan pedoman yang Anda tetapkan di
rumah dirancang untuk melatih anak-anak Anda pada perilaku yang tepat, prosedur
yang dirancang untuk menampilkan karyawan bagaimana melaksanakan tugas
pekerjaan mereka.
3. Kebijakan dan Prosedur Bertindak Bersama
Kebijakan dan prosedur adalah salah satu alat yang
paling berharga yang tersedia untuk manajemen. Di masa lalu, kebijakan dan
prosedur adalah salah satu daerah yang paling diabaikan dari manajemen; sering
semua orang tampaknya tahu apa kebijakan dan prosedur tapi mereka tidak
diformalkan secara tertulis.
Sekarang proses akuntansi dan pelaporan keuangan
harus dipetakan - yang menempatkan prosedur di atas kertas - dan sejak
dimulainya kontrol internal harus dievaluasi dan dilaporkan oleh manajemen dan
auditor independen, kebijakan dan prosedur harus dibuat secara tertulis atau
akan ada masalah pengendalian internal yang akan dilaporkan.
"Kebijakan dan prosedur
bertindak bersama-sama memberikan hubungan strategis antara visi perusahaan dan
operasional sehari-hari," kata Michael Griffin, penulis "Cara Menulis
Pedoman Kebijakan." Hal ini penting karena - seperti aturan dan
batas yang ditetapkan di rumah untuk anak-anak - baik kebijakan dan prosedur
tertulis memungkinkan karyawan untuk memahami peran dan tanggung jawab dalam
batas-batas yang telah ditentukan. Kebijakan dan prosedur tertulis yang mudah
untuk memahami bahasa manajemen memberikan kemampuan untuk memandu operasi
tanpa manajemen konstan mikro. Bahkan, kebijakan dan prosedur tertulis jelas
menghemat manajemen jam yang tak terhitung waktu mengarahkan karyawan pada apa
yang harus dilakukan.
4. Kebijakan Akuntansi dan Prosedur
Fungsi akuntansi adalah bagian
dari kegiatan operasional harian dari keseluruhan bisnis. Kebijakan akuntansi
dan prosedur yang seharusnya menjadi bagian dalam kebijakan perusahaan dan
manual prosedur atau volume terpisah dalam satu set manual kebijakan
perusahaan. Intinya adalah bahwa kebijakan dan prosedur akuntansi diawasi oleh
manajemen perusahaan, yang akhirnya ke kantor pusat ataupun akuntan publik,
kebijakan dan prosedur akuntansi merupakan elemen penting dalam pengendalian
internal (seperti juga kebijakan dan prosedur untuk setiap bagian dari bisnis)
struktur perusahaan. Mereka memberikan pedoman bagi staf akuntansi untuk
memproses transaksi dan menghasilkan catatan akuntansi yang akurat dan penting
untuk operasi yang efisien dan efektif bisnis.
5. Kebijakan Audit dan Prosedur
Departemen audit di sebuah
perusahaan harus independen dari manajemen. Hal ini dilakukan dengan memiliki
departemen audit. Sementara audit akan memiliki kebijakan dan prosedur yang
mencapai tujuan umum dibahas di atas, kebijakan dan prosedur audit akan
benar-benar terpisah dari kebijakan dan prosedur perusahaan secara keseluruhan.
kebijakan dan prosedur audit diarahkan untuk mencapai tujuan keseluruhan
departemen audit yang ditetapkan oleh dewan direksi. Audit kebijakan dan
prosedur pengendalian internal merupakan penting dalam departemen audit dan
departemen audit yang efektif adalah pengendalian internal yang penting dalam
perusahaan.
6. Akuntansi dan Kebijakan Audit dan Prosedur
Meskipun akutansi dan
audit merupakan bidang terkait, namun memiliki fungsi yang sangat berbeda
dalam pegaturan perusahaan. Kebijakan akuntansi, audit dan prosedur akan
memiliki tujuan yang sama (untuk memandu fungsi akuntansi dan audit) - mereka
cukup berbeda dalam fokus operasional. Akuntansi sebagai bagian dari kegiatan
operasional harian bisnis; dan audit sebagai fungsi pengawasan untuk manajemen,
dewan direksi.
7. Hotel Night Audit
Dilakukannya night audit untuk
memeriksa dan memastikan semua penjualan dan penerimaan pembayaran di Front
Office, restoran maupun di outlet lainnya dan menutup semua transaksi pada hari
yang bersangkutan. Dalam
proses night audit, sistem akan mengakumulasi semua data dan mencetak
laporan-laporan.
8. Hotel Income audit
Memastikan kebenaran
perhitungan dari night audit dan mengalokasikan pendapatan dengan benar
sesuai general ledger.
Mencocokkan, mengkoreksi dan
memastikan kelengkapan dokumen yang sesuai dengan prosedur operasional hotel
dan mengakumulasi, menganalisa revenue tiap hari (untuk dibandingkan dengan
budget).
BANKING
House bank
Adalah uang tunai “dalam
jumlah terbatas” yang disetujui oleh manajemen dan dipergunakan dalam
operasional sehari-hari untuk kepentingan hotel.
Bank Account
Data rekening hotel yang
dipergunakan untuk operasional sehari-hari dan dikenal dengan hotel system,
yaitu : Bank In, Bank Out.
Bank In
Adalah rekening bank yang
berfungsi untuk menerima setoran hasil usaha hotel. Setoran unit hotel ke
rekening bank in dapat berupa uang tunai, credit card, cek, bilyet giro, dan
transfer. Semua hasil operasional (revenue) & non operasional harus disetor
seluruhnya ke bank in keesokan harinya (kecuali hari Sabtu dan hari libur) dan
tidak boleh dikurangi untuk keperluan pengeluaran rutin atau pengeluaran
lainnya oleh hotel. Sedang Sabtu dan hari libur, semua hasil operasional
(revenue) harus disetorkan pada hari kerja berikutnya. Sementara dana disimpan
di brankas.
Bank Out
Adalah rekening yang digunakan
untuk menunjang kegiatan operasional juga pembayaran : supplier, remunerasi
karyawan, dapat berupa uang tunai, cek, bilyet giro, dan transfer.
Pembuatan Bukti Bank
Semua transaksi bank in
dibuatkan bukti penerimaan bank dan bank out bukti pengeluaran bank.
Daftar Rekening
Untuk sebuah system
akutansi, daftar rekening adalah sangat penting, karena daftar rekening
merupakan hal yang pokok untuk pencatatan dokumen, jurnal, buku-buku besar,
laporan-laporan maupun keseluruhan procedure yang digunakan pada system
akutansi. Karena banyaknya rekening-rekening (account) maka proses dan daftar
itu perlu diatur secara teratut sehingga mudah untuk menemukannya dengan
memberi nomor dan kode-kode pada semua rekening (account) yang ada.
Pada dasarnya rekening
digolongkan :
1. Rekening riil (real account), yaitu rekening yang merupakan unsure
dalam penyusunan sebuah neraca yang terdiri dari :
a. Rekening harta (aktiva)
b. Rekening utang
c. Rekening modal
Rekening utang dan modal (
rekening Pasiva ), sisa dari rekening riil ini pada akhir periode pembukuan,
akan digunakan sebagai sisa awal untuk periode akutansi berikutnya.
2. Rekening
nominal / rekening sementara (nominal/temporary accounts), yaitu rekening yang
merupakan unsure – unsure dalam penyusunan perhitungan Rigi-Laba. Rekening ini terdiri dari :
a. Rekening penjualan / Pendapatan
b. Rekening harga pokok dan Biaya
Pada akhir tahun, buku kedua
rekening ini akan dipindahkan ke Rugi Laba dan pada akhirnya akan dipindahkan
lagi ke rekening modal.
Dalam setiap periode akutansi,
siklus akutansi akan diawali dengan pencatatan transaksi dan berakhir dengan
post closing trial balance. Proses akutansi bisa dilakukan secara manual maupun
(system) komputerisas.
Siklus akutansi merupakan
tahapan-tahan dalam yang terdiri dari :
1. Pengumpulan data administrasi keuangan.
2. Analisis transaksi.
3. Membukukan transaksi keuangan pada jurnal.
4. Membukukan pada buku besar.
5. Menyiapkan neraca percobaan.
6. Menyiapkan jurnal penyesuaian.
7. Menyiapkan laporan keuangan.
Arus Dokumentasi Akutansi
(accounting flow chart)
Adalah suatu siklus mulai dari
terjadinya transaksi yang menimbulkan dokumen dasar dan kemudian ke jurnal dan
dicatat ke buku besar sehingga dapat disusun laporan keuangan yang berupa Neraca
Perhitungan Rugi – Laba.
NERACA
Maksud dari penyusunan Neraca
adalah untuk menyajikan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu
yang berupa harta yang dimiliki, utang serta modal perusahaan. Neraca yang
disusun setiap bulan dikenal sebagai Neraca Interim ( antar waktu ) yang
dimaksud untuk mengawasi efisiensi perusahaan.
Pos-pos Neraca dibedakan mana
yang current asset / current liability dan mana yangg non current asset /
liability yang bisa ditulis dalam Neraca.
Seperti penggolongan berikut :
I. Asset( kekayaan ), dalam neraca akan terlihat pada sebelah
Debet (kiri).
1. Current Assets ( harta lancar )
- Cash ( uang tunai, bank, serta dengan kas / deposito )
- Account Receivable ( AR / Piutang / tagihan )
- Inventories ( persediiaan )
- Prepaid Expenses ( biaya dibayar dimuka, antara lain : biaya premi asuransi, biaya sewa gedung ).
- Other Current Asset (harta lancar lanilla : antara lain : pembelian dimuka atas statu barang yang jumlahnya akan berkurang apabila barang yang dibeli diterima.
- Fixe Asset ( barang brgerak maupun tidak brgerak : kenderaan, gedung )
- Operating Equipment ( chinas ware, glassware, silverware )
- Deffered Charge ( biaya yang ditangguhkan pembebanannya antara lain : pre-opening expenses )
2 . Fixed Asset ( harta tetap )
3. Others Asset
II. Liability ( hutang ) ,dalam nerca akan terlihat
dalam sebelah
Kredit kanan.
- Account Payable – Trade Creditor ( hutang dagang ).
- Others account Payable ( untuk menampung hutang-hutang yang lain seperti : service charge )
- Account liabilities ( hutang tertahan yang harus dibayarr ).
- Affiliated Company Account( account yang digunakan untuk mencatat hubungan rekening Koran kantor pusat dengan rekening Koran unit )
- Deffered Income( pendapatan yang belum menjadi hak perusahaan antara lain : room deposit, banquete deposit, store rental deposit )
- Reserve( disebut juga account cadangan ). Antara lain seperti : reserve untuk THR dicadangkan 1 bulan gaji sesuai dengan ketentuan yang ada dihotel.
berjalan )
2. Long term Debt
III. Capital / NET Worthdan Operating Control Account dalam
1.
Capital
Stock ( modal saham ).
2.
Retained
Earning ( laba yang ditahan ).
3.
Current
Profit or Loss ( keuntungan / kerugian bulan / tahun
ANALISA
Management akan dapat
menganalisa kemampuan perusahaan dari :
1.
Current Rasio ( Working Capital Ratio ) = current asset / current liabilities. Yaitumembandingkan jumlah harta lancer dengan kewajiban
lancar.
- Jika harta lancer > kewajiban lancer, atau CR > 1, artinya perusahaan “liquid” ( mampu bayar hutang lancar )
- Jika harta lancer < kewajiban lancer, atau CR < 1, artinya perusahaan kesulitan membayar hutang lancarnya.
2. Quick
Ratio atau Accid Test Ratio = Current Asset – Inventory / Current liabilities.
Yaitu membandingkan jumlah current asset yang mempunyai likuiditas yang tinggi
dengan current liablitties. Perbandingan < 1 dianggap kurang baik.
3. Activity
Ratioadalah rasio yang mengukur likuiditas aktiva tertentu dan efisiensi
pengelolan asset. Yang termasuk dalam kategori ini adalah rata-rata pengumpulan
piutang ( average collection period ), perputaran piutang ( account receivable
), perputaran barang ( inventory turnover ), perputaran aktiva tetap ( fixed
assets turnover ) dan perputaran total aktiva ( total assets turnover).
4. Profiability
Rasioadalah rasio yang mengukur kinerja secara keseluruhan perusahaan dan
efisiensi dalam pengelolaan aktiva, kewajiban dan modal. Yang termasuk dalam
kategori ini adalah prosentase laba kotor ( gross profit margin ), prosentase
laba bersih ( net profit margin ), cash flow margin, return on total assets (
ROA ) atau return on investment ( ROI ), return on equity ( ROE ) dan cash
return assets.
FIXED ASSET
Ini disebut aktiva tetap atau harta tetap atau disebut
juga company propery.
Fixed Assed dapat dibedakan :
1. Fixed
Assets
2.
Operating Equipment
Fixed Assets
Yang digolongkan dalam Fixed assets adalah :
- Land
– ini tidak dikenakan depreciation
- Garden
& land Improvement – ini dikenakan depreciation
- Building
& building equipment – ini dikenakan depriciation dengan jangka waktu
10 – 20 tahun, account ini berupa bangunan hotel, kantor, gedung, gedung
untuk mesin listrik.
- Additions,
Replacement and improvements adalah kelak diadakan perubahan, penambahan
serta penggantian yang berarti menambah nilai gedung tersebut secara tidak
langsung.
- Air
Conditioning equipment – ini dikenakan depreciation 5 tahun.
- Furniture,
Fixture and equipment termasuk dalam golongan ini adalah perabot kantor,
perabot kamar, mesin-mesin, mesin kantor dan sejenisnya.
Operating Equipment.
Yang digolongkan dalam
golongan ini adalah :
- Chinaand glassware room
- Chinaand glassware F & B
- Linen Room
- Linen F&B
- Silver F&B
- Uniform
Tidak ada komentar:
Posting Komentar