Dalam menentukan suatu target penjualan haruslah cermat dan berhati-hati, target yang tidak realistis akan dapat membuat stress pelaksananya. Untuk itu dalam menentukan target penjualan bisa dimulai
dari penentuan laba yang diinginkan kemudian dihitung jumlah penjualan yang
harus dicapai untuk mendapat laba yang ditargetkan. Atau dengan menambahkan
prosentase tertentu dari pencapaian terakhir, atau dengan mengumpulkan data
dari team sales, atau dengan analisa data time series dengan penghitungan
statistik dengan menggunakan data penjualan yang lalu, dan masih ada cara
lain lagi yang digunakan untuk menentukan target penjualan.
Masing-masing cara atau pendekatan yang digunakan untuk menentukan target
penjualan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Pendekatan yang digunakan dalam menentukan target
penjualan, pendekatan ini mungkin berguna untuk para pemula yang sedang mencari formula dalam menentukan target penjualan, namun belum tentu
cocok untuk semua jenis usaha. Pendekatan ini untuk perusahaan yang sudah
berjalan sedikitnya 3 tahun.
FORMULASI MENENTUKAN TARGET PENJUALAN
Saya menyederhanakan dengan formulasi sbb:
Target Penjualan = ( F + C +I+ O ) CL
F = Forecasting
C = Correction
I = Improvement
O = Opportunity
CL = Confidence level
FORECASTING ( Peramalan )
Dalam membuat Forecast penjualan bisa menggunakan angka volume atau dalam
rupiah, perbedaan pokok terletak pada ada tidaknya perubahan harga jual, karena
bisa terjadi secara rupiah penjualan menunjukkan kenaikan, namun secara volume
sebenarnya terjadi penurunan.
Untuk menghindari subyektifitas, menghitung forecast penjualan dapat
dilakukan penghitungan secara statistika berdasarkan data penjualan tahun
sebelumnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan, antara lain metode trend
setengah rata rata, metode moment, least square, regresi, dan lainnya. Pada
kesempatan ini saya tidak menjelaskan berbagai macam metode tersebut.
Menghitung Forecast Penjualan dengan metode moment:
Y = a + bx untuk trend
garis lurus
Dimana :
Y = variabel yang akan diramalkan, dalam hal ini adalah peramalan penjualan produk perusahaan.
a = konstanta yang akan menunjukan besarnya harga Y apabila X sama dengan 0 (nol)
b = variabel per x” yaitu menunjukkan besamya perubahan nilai Y dan setiap perubahan satu unit x.
Y = variabel yang akan diramalkan, dalam hal ini adalah peramalan penjualan produk perusahaan.
a = konstanta yang akan menunjukan besarnya harga Y apabila X sama dengan 0 (nol)
b = variabel per x” yaitu menunjukkan besamya perubahan nilai Y dan setiap perubahan satu unit x.
x = unit waktu, yang dapat dinyatakan dengan minggu, bulan,
semester, tahun dan lainnya tergantung kepada kesesuaian dari perusahaan itu
sendiri.
Contoh:
Persamaan linernya adalah :
Y = a + bx
à ∑X.Y = ∑X.a + ∑X².b
∑Y = n.a + ∑X.b
Menghitung b
22,693 = 3a + 5b
23,692 = 3a + 3b
————————-
-999 = 0 + 2b
-999 = 0 + 2b
b = -999/2
b = – 499.5
Menghitung a
22,693 = 3a +( -499.5*5)
3a = 22,693 +2,497.5
a = 8,396.83
Diperoleh persamaan sbb:
Y = 8,396.83-499.5x
Untuk tahun 2017 nilai x = 2
Y = 8,396.83-499.5*2
Y = 7,397.83
Untuk tahun 2018 nilai x = 3
Y = 8,396.83-499.5*3
Y = 6,898.33
Dari perhitungan di atas diperoleh angka forecast penjualan tahun 2018
sebesar 6,898 jika dibuat grafiknya nampak seperti berikut:
CORRECTION (Koreksi)
Forecast 2018 sebesar 6898 dari perhitungan di atas bukan berarti dijadikan
angka final, masih diperlukan serangkaian analisa terhadap kinerja tahun 2017
untuk mengetahui lebih baik apa penyebabnya terjadinya penurunan penjualan di
tahun 2017. Bila dilihat tahun 2016 masih menunjukkan growth positif
(1,8%), namun pada tahun 2017 growth menjadi negative (-13,8%). Terlihat
bahwa pencapaian tahun 2017 diluar dugaan dan sepertinya perusahaan tidak mampu
keluar dari situasi yang buruk, sehingga penjualan pada tahun 2017 turun sangat
signifikan.
Apa yang menyebabkan turunnya penjualan sebesar 13,8%, perusahaan wajib
melakukan analisa yang kritis dan cermat untuk menemukannya. Jika perusahaan
tidak mampu mengindikasikan penyebab penurunan penjualan, perusahaan akan
mengalami kesulitan dalam mengendalikan penjualan pada tahun berikutnya,
sehingga trend penurunan penjualan kemungkinan sangat besar akan terjadi lagi
di tahun 2018, dan forecast penjualan tahun 2018 sebesar 6898 cukup realistis.
Memang tidak mudah untuk mengetahui secara pasti faktor apa saja yang
menyebabkan terjadi penurunan penjualan yang terjadi dalam beberapa tahun ini, karena
dalam beberapa tahun ini menunjukkan banyak perubahan perilaku masyarakat baik
dari sisi gaya hidup, nilai, atau cara berkomunikasi akan berdampak pada
perubahan kebutuhan pasar.
Perkembangan teknologi yang cepat, merubah banyak perlaku masyarakat. Teknologi
membuat proses menjadi serba cepat dan lintas geografi. Perubahan ini dirasakan
hampir semua sendi-sendi kehidupan. Perubahan cara berkomunikasi, perubahan
dalam mendapatkan informasi, perubahan dalam memenuhi kehidupan yang serba
cepat, dan perubahan lain sebagai counter dari kecepatan tersebut.
Bisa saja terjadi bahwa produk dan harga yang ditawarkan, tingkat
pelayanan, saluran distribusi, cara berpromosi, dan lainnya yang dilakukan
perusahaan kurang mendapat respon dari pasar yang ditarget, atau perusahaan
mengalami tekanan persaingan produk sejenis dan pengganti. Perubahan tingkat
daya beli masyarakat dan proses disrupsi yang sedang berjalan bisa juga sebagai
salah satu penyebab turunnya penjualan.
Untuk menginventarisasi faktor apa saja yang mempengaruhi turunya
penjualan, diperlukan suatu analisa secara kritis dan cermat tentang kondisi
pasar dari segmen pasar yang ditarget serta faktor yang mempengaruhi segmen
pasar tersebut. Hasil analisa kondisi pasar tersebut dapat dituangkan dalam
sebuah daftar kemudian dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan perusahaan
dalam upaya meraih penjualan. Ketidaksesuaian akan terlihat dan ketidaksesuaian
tersebut hanya butuh suatu keyakinan bahwa hal tersebut merupakan fakta yang
telah terjadi.
Masalah kualitas, harga, lokasi, kemasan sebagai penentu dan apakah produk
dan harga ditawarkan inline dengan kebutuhan pasar. Kemudian hal yang penting
berikutnya, apa yang menggerakan produk tersebut dapat terjual, disini strategi
marketing dan penjualan sangat penting, dan kesiapan sumber daya dimiliki.
Apa yang terjadi bila perusahaan tidak melakukan perbaikan dan atau
perubahan terhadap hal hal yang menyebabkan turunnyan penjualan. Trend
prosentase penurunan dapat dijadikan acuan, tinggal menilai seberapa besar penjualan
akan menurun bila tidak dilakukan perbaikan. Apakah angka proyeksi 6898 di atas
masih perlu dikoreksi positif atau negative.
Analisa di atas tidak hanya berlaku pada saat penjualan mengalami
penurunan, tetapi pada saat penjualan mengalami kenaikan, perlu diketahui
faktor apa saja yang menentukan kenaikan penjualan. Pemahaman ini akan membantu
anda dalam mengendalikan penjualan.
IMPROVEMENT (Perbaikan)
Kesalahan-kesalahan yang terjadi di tahun sebelumnya jangan dilanjutkan,
perbaiki atau ubah menjadi lebih efektif. Misalnya dipastikan bahwa telah
terjadi salah strategi dalam marketing, perbaikannya adalah dengan merubah
strategi marketing yang lebih efektif.
Setelah memiliki daftar faktor yang diindikasikan secara kuat sebagai
penyebab turunnya penjualan, berikutnya mengukur seberapa jauh perusahaan mampu
melakukan perbaikan dan seberapa besar perbaikan tersebut dapat menahan
turunnya penjualan atau menambah peroleh penjualan. Perbaikan juga harus dikaji
dari aspek keuangan, apakah dari kajian keuangan perbaikan tersebut dapat
memperbaiki perolehan laba perusahaan.
Improvement harus dilakukan bila perusahaan ingin memperbaiki perolehan
penjualan. Namun perlu hati hati karena masing masing faktor dapat berkaitan
satu sama lain, jika strategi marketing telah direspon positif oleh pasar,
namun strategi penjualan direspon negative oleh pelanggan, maka hasilnya tidak
optimal.
OPPORTUNITY (Kesempatan)
Perubahan pasar bisa mendatangkan peluang baru, dengan pemahaman kondisi
pasar dan bisnis anda, serta terbuka dalam menerima masukan dan informasi
niscaya akan menemukan peluang peluang yang dapat meningkatkan perolehan
penjualan. Contoh peluang misalnya produk yang telah dibuat X, kemudian ada
kebutuhan pasar untuk produk X1, peluang ini bisa dianalisasi untuk diambil
atau tidak. Jika mampu mengidentifikasi kebutuhan pasar dengan jeli, akan dapat
ditemukan peluang-peluang yang mungkin saja dapat mendongkrak penjualan.
Dalam bisnis tidak kata terhenti, menunggu, tapi lebih kepada
mencari, menemukan, dan meraih. Semangat meraih peluang akan mendorong
seluruh komponen yang terlibat dalam perusahaan untuk memunculkan strategi dan
program yang efektif dan efisien.
Buatlah daftar tentang peluang untuk meningkatkan penjualan kemudian
lakukan analisa cost and benefit dengan bagian terkait, kemudian pilih peluang
satu atau lebih yang memiliki tingkat keberhasilan paling tinggi.
CHALLENGE (Tantangan)
Dalam menentukan target sebaiknya mengandung tantangan, tantangan sebaiknya
dibarengi dengan apresiasi. Dalam kasus di atas sebenarnya sudah memiliki
tantangan, baik di tahap perbaikan maupun mengambil kesempatan.
CONFIDENCE LEVEL (Tingkat Keyakinan)
Tingkat kepercayaan akan akurasi data dan kecermatan analisa, serta
kemampuan sumber daya menjadi pertimbangan dalam menilai seberapa jauh rencana
atau program dapat dijalankan dengan sukses. Banyak orang memiliki rencana
besar namun ragu dalam menjalankannnya, jika timbul keraguan mestinya dapat
dijawab apa yang membuat ragu. Bagian ini bisa menjadi suatu proses untuk memverifikasi
kembali seluruh yang direncanakan.
TARGET PENJUALAN
Formulasi untuk menentukan target penjualan di atas, untuk menyederhanakan
tahap tahap untuk menentukan target penjualan agar runtut dan diharapkan dapat
menghasilkan angka target yang lebih realisitis. Sebagai ilustrasi hasil
dari penghitungan target penjualan, dapat digambarkan sebagai berikut:
Dalam ilustrasi ini diperoleh target penjualan tahun 2018 sebesar 7,864
atau naik 9,5% dari tahun 2017. Namun Target penjualan tahun 2018 masih lebih
rendah dari pencapaian tahun 2016, jika perusahaan menginginkan kembali ke
angka tahun 2016, tentunya tidak bisa mengganti angka begitu saja, melainkan
harus memiliki strategi dan program kerja tambahan yang realistis dan dapat
diraih. Memperbaiki penjualan dalam kondisi trend penjualan menurun bukanlah
hal yang mudah dilakukan dan sering terjadi strategi dan program marketing
maupun penjualan akan berdampak pada penjualan setelah beberapa bulan kemudian
bahkan bisa ditahun berikutnya.
Final target yang didapat dari penghitungan target penjualan di atas akan
dimasukan dalam perencanaan laba perusahaan, sehingga dari aspek keuangan akan
tergambar apa dampak dari target penjualan tersebut terhadap perencanaan laba
perusahaan.
Semoga bermanfaat



