Secara umum, Audit adalah pemeriksaan formal atas akun Laporan Keuangan
yang dihasilkan oleh suatu individu, bisnis, atau organisasi. Dan dalam
pelaksanaan Audit, terdapat serangkaian proses dan langkah-langkah untuk
menunjang proses tersebut yang biasa dikenal sebagai Proses Audit.
Terdapat dua tipe pekerjaan Audit, yaitu Audit Internal dan Audit
Eksternal. Perbedaan menurut subjeknya, Audit Internal dilakukan oleh karyawan
internal yang berada di dalam organisasi atau perusahaan. Sedangkan Audit
Eksternal biasa dilakukan oleh pihak eksternal perusahaan – KAP (Kantor Akuntan
Publik) dan BPK (Badan Pengawas Keuangan).
Ada enam langkah spesifik dalam Proses Audit yang harus diikuti agar
pengauditan berjalan dengan sukses. Proses Audit yang akan dijabarkan adalah
Proses Audit yang biasa dilakukan oleh Auditor Eksternal. Berikut enam langkah
dalam Proses Audit secara umum:
1. Meminta Dokumen yang Dibutuhkan
Setelah mengonfirmasi bahwa Auditor akan mendatangi
klien yang akan diaudit, Auditor akan meminta dokumen-dokumen yang dibutuhkan
terkait kebutuhan Audit. Bahkan biasanya Auditor sudah mengirimkan daftar
dokumen-dokumen yang dibutuhkan terlebih dahulu kepada klien di dalam Audit Checklist. Dokumen-dokumen tersebut dapat
mencakup salinan Laporan Audit sebelumnya, rekening koran, nota keuangan, dan
buku besar. Selain itu, Auditor juga dapat meminta bagan organisasi klien
bersama dengan daftar nama dewan dan komite terkait.
2. Mempersiapkan Rencana Audit
Auditor akan memeriksa informasi yang terkandung dalam
dokumen dan merencanakan bagaimana Proses Audit akan dilakukan. Setiap Auditor
pastinya memiliki gaya pengauditan yang berbeda-beda dengan tetap mengindahkan
Kode Etik sebagai Auditor. Workshop risiko
dapat dilakukan oleh tim Audit untuk mengidentifikasi kemungkinan masalah yang
akan muncul selama Proses Audit dilaksanakan. Dan kemudian, Auditor akan
menyusun rencana audit sesuai workshop atau
diskusi yang sudah dilakukan oleh tim Audit.
3. Menjadwalkan Rapat Terbuka
Auditor perlu mengundang Manajemen Senior, General Affair, atau Staf Administrasi Utama
dari pihak klien ke suatu Rapat Terbuka. Di dalam Rapat Terbuka, Auditor akan
mempresentasikan Ruang Lingkup Audit (Audit Scope),
lama waktu pelaksanaan audit, dan masalah lain yang perlu dibahas terkait
pelaksanaan Audit. Setiap Kepala Departemen dari pihak klien dapat diminta
tolong untuk mengomunikasikan kepada staf bawahannya tentang kemungkinan adanya
wawancara dengan Auditor.
4. Mulai Melakukan Kerja Lapangan
Auditor mengambil informasi yang dikumpulkan dari
Rapat Terbuka dan menggunakannya untuk merealisasikan Rencana Audit. Kerja
Lapangan kemudian dilaksanakan dengan berkomunikasi kepada anggota staf dan
meninjau Prosedur dan Proses Audit. Auditor akan menguji kepatuhan klien
terkait pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan PSAK. Kontrol
internal dievaluasi untuk memastikan bahwa hal tersebut benar-benar dijalankan
secara reliabel dan memadai. Auditor dapat mendiskusikan suatu masalah saat
masalah tersebut muncul kepada klien untuk memberi klien tersebut kesempatan
untuk memberikan feedback.
5. Menyusun Laporan
Auditor menyiapkan Laporan Audit yang berisi rincian temuan-temuan audit
selama Proses Audit dilaksanakan. Laporan Audit akan merangkum segala kesalahan
matematis, temuan yang bersifat material dan tidak material, pembayaran yang
diotorisasi tetapi tidak dibayar, dan temuan-temuan lainnya. Auditor kemudian
akan menulis komentar terkait temuan-temuan audit dan merekomendasikan solusinya
kepada klien.
6. Menyiapkan Rapat Penutupan
Auditor meminta tanggapan dan persetujuan dari klien terkait masalah dan
temuan dalam Laporan Audit pada Rapat Penutupan. Dan Auditor juga tidak lupa
untuk menjelaskan deskripsi rencana aksi manajemen untuk mengatasi masalah dan
temuan tersebut serta tanggal penyelesaian yang disepakati. Pada Rapat
Penutupan, semua pihak yang terlibat akan mendiskusikan Laporan Audit dan
tanggapan manajemen secara matang. Jika terdapat masalah lain, mereka akan
langsung menyelesaikan dan mencari solusinya pada Rapat Penutupan.
Itulah keenam tahapan dalam melakukan Proses Audit. Dan dalam praktiknya
jelas terdapat banyak hambatan yang akan dilalui Auditor selama pelaksanaan
Audit. Hambatan tersebut tentunya bisa diminimalisir dengan mematangkan Persiapan dan
Perencanaan Audit. Terutama pada saat workshop tim
Audit sebelum terjun langsung kepada perusahaan klien. Baik Auditor Internal
maupun Eksternal, tentu mereka membutuhkan data berupa dokumen, Buku Besar, dan
Laporan Keuangan untuk kebutuhan pelaksanaan Audit. Dan penyertaan data
tersebut bisa dilakukan dengan mudah jika perusahaan atau akuntan
menggunakan Software Akuntansi modern.
Salah satunya adalah Jurnal, Software Akuntansi Online berbasis real-time dan cloud-storaged yang
akan menyediakan Laporan Keuangan untuk kebutuhan Audit secara cepat dan
komprehensif. Dokumen-dokumen seperti nota, bukti pembayaran dan dokumen
lainnya bisa ditelusuri secara cepat dan mudah dengan menggunakan Jurnal.
Informasi lebih lanjut mengenai produk Jurnal bisa Anda lihat di sini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar