Proses perencanaan merupakan proses yang
tak terpisah dari tugas-tugas manager keuangan. Dana yang berasal dari hutang
jangka panjang dan modal sendiri, biasanya yang dikeluarkan dalam jumlah besar
tetapi hanya dilakukan sekali-sekali, karena biaya yang dikeluarkan per rupiah
menjadi makin rendah dengan semakin banyaknya nilai surat-surat berharga yang
dikeluarkan. Karenanya penting bagi perusahaan untuk mempunyai taksiran atas
kebutuhan dananya untuk tahun-tahun mendatang. Karenanya perlu menghitung
menggunakan beberapa metode peramalan untuk kebutuhan keseluruhan dana bagi
perusahaan.
Pengaturan Aliran Kas
Pola Pembelanjaan
Untuk menciptakan penjualan di perlukan
aktiva, untuk meningkatkan penjualan aktiva perlu diperbesar, kebutuhan kas
untuk menyelesaikan barang dalam proses menjadi barang jadi menyebabkan
perusahaan perlu meminjam dana.
Ketika barang jadi dijual dan biasanya
secara kredit yang menimbulkan rekening piutang pada titik ini merupakan puncak
kebutuhan dana.
Neraca PT. ABC
Tahun 1978
Aktiva
Kas
Piutang
Persediaan
Aktiva Tetap
Total
|
15.000,00
110.000,00
80.000,00
120.000,00
325.000,00
|
Pasiva
Hutang Dagang
Hutang upah dan pajak
Obligasi
Saham biasa
Laba yang ditahan
Total
|
50.000,00
30.000,00
70.000,00
100.000,00
75.000,00
325.000,00
|
Metode-metode Peramalan
1. Metode persentase penjualan
Variable paling penting yang mempengaruhi kebutuhan pembelanjaan
perusahaan adalah proyeksi penjualan. Suatu ramalan penjualan yang baik
merupakan dasar penting untuk peramalan kebutuhan pembelanjaan.
Contoh :
1980
|
1981
|
Variance
|
|
Penjualan
|
500.000,00
|
750.000,00
|
250.000,00
|
Profit Margin 6%
|
30.000,00
|
45.000,00
|
|
Devide 50% dr Profit
|
15.000,00
|
22.500,00
|
|
Laba ditahan
|
15.000,00
|
22.500,00
|
Hitung Neraca secara persentase
Aktiva
Kas
Putang
Persediaan
Aktiva Tetap
Total
|
3%
22%
16%
24%
65%
|
Pasiva
Hutang Dagang
Hutang Pajak & Upah
Obligasi
Saham Biasa
Laba Ditahan
Total
|
10%
6%
NA*
NA*
NA*
16%
|
65% – 16% = 49%
Rumus : A/TR(ΔTR)-B/TR(ΔTR)-bm(TR2)
Dana yang diperlukan
=0.65(250.000)-0.16(250.000)-0.56(750.000)(0.5)
=0.49(250.000)-0.03(750.000)
=100.000,00
Jadi dengan kata lain 49% dana dari variance kenaikan
penjualan adalah 122.500,00 sementara
50% dari profit margin atau laba ditahan sebesar 22.500,00 sehingga perusahaan
hanya perlu meminjam dana sebesar 100.000,00
1. Metode Regresi Berganda
Tahun
|
I
|
II
|
Persediaan dalam persentase
|
1978
1979
1980
1981
.
.
.
1984
|
100.000,00
250.000,00
300.000,00
400.000,00
.
.
.
700.000,00
|
30.000,00
45.000,00
50.000,00
60.000,00
.
.
.
90.000,00
|
30%
18%
16.7%
15%
.
.
.
12.8%
|
Penyusunan Anggaran
Selain ramalan jangka panjang, manager
keuangan haruslah memperhatikan pula kebutuhan dana jangka pendeknya, akan
sangat memalukan seorang manager keuangan untuk kehabisan uang pada suatu saat,
meskipun mampu bernegosiasi untuk mendapatkan kredit dari bank. Karenanya
pembuatan anggaran kjangka pendek perlu mendapatkan perhatian, dengan penekanan
kasus pada peramalan kas atau anggaran kas.
Anggaran Kas merupakan suatu alat
management yang digunakan baik untuk perencanaan maupun pengendalian.
Semoga tulisan diatas bermanfaat untuk pembaca
Tidak ada komentar:
Posting Komentar