Sabtu, 05 Oktober 2019

Peramalan Keuangan Dan Penyusunan Anggaran




Proses perencanaan merupakan proses yang tak terpisah dari tugas-tugas manager keuangan. Dana yang berasal dari hutang jangka panjang dan modal sendiri, biasanya yang dikeluarkan dalam jumlah besar tetapi hanya dilakukan sekali-sekali, karena biaya yang dikeluarkan per rupiah menjadi makin rendah dengan semakin banyaknya nilai surat-surat berharga yang dikeluarkan. Karenanya penting bagi perusahaan untuk mempunyai taksiran atas kebutuhan dananya untuk tahun-tahun mendatang. Karenanya perlu menghitung menggunakan beberapa metode peramalan untuk kebutuhan keseluruhan dana bagi perusahaan.

Pengaturan Aliran Kas

Pola Pembelanjaan
Untuk menciptakan penjualan di perlukan aktiva, untuk meningkatkan penjualan aktiva perlu diperbesar, kebutuhan kas untuk menyelesaikan barang dalam proses menjadi barang jadi menyebabkan perusahaan perlu meminjam dana.
Ketika barang jadi dijual dan biasanya secara kredit yang menimbulkan rekening piutang pada titik ini merupakan puncak kebutuhan dana.

Neraca PT. ABC
Tahun 1978


Aktiva
Kas
Piutang
Persediaan
Aktiva Tetap


Total



15.000,00
110.000,00
80.000,00
120.000,00


325.000,00

Pasiva
Hutang Dagang
Hutang upah dan pajak
Obligasi
Saham biasa
Laba yang ditahan

Total


50.000,00
30.000,00
70.000,00
100.000,00
75.000,00

325.000,00


Metode-metode Peramalan
1.     Metode persentase penjualan
Variable paling penting yang mempengaruhi kebutuhan pembelanjaan perusahaan adalah proyeksi penjualan. Suatu ramalan penjualan yang baik merupakan dasar penting untuk peramalan kebutuhan pembelanjaan.



Contoh :

1980
1981
Variance
Penjualan
500.000,00
750.000,00
250.000,00
Profit Margin 6%
30.000,00
45.000,00

Devide 50% dr Profit
15.000,00
22.500,00

Laba ditahan

15.000,00
22.500,00


Hitung Neraca secara persentase
Aktiva
Kas
Putang
Persediaan
Aktiva Tetap


Total

3%
22%
16%
24%


65%
Pasiva
Hutang Dagang
Hutang Pajak & Upah
Obligasi
Saham Biasa
Laba Ditahan

Total

10%
6%
NA*
NA*
NA*

16%

65% – 16% = 49%
Rumus : A/TR(ΔTR)-B/TR(ΔTR)-bm(TR2)
Dana yang diperlukan
=0.65(250.000)-0.16(250.000)-0.56(750.000)(0.5)
=0.49(250.000)-0.03(750.000)
=100.000,00

Jadi dengan kata lain 49% dana dari variance kenaikan penjualan  adalah 122.500,00 sementara 50% dari profit margin atau laba ditahan sebesar 22.500,00 sehingga perusahaan hanya perlu meminjam dana sebesar 100.000,00

metode peramalan regresi


























1.     Metode Regresi Berganda

Tahun
I
II
Persediaan dalam persentase
1978
1979
1980
1981
.
.
.
1984

100.000,00
250.000,00
300.000,00
400.000,00
.
.
.
700.000,00
30.000,00
45.000,00
50.000,00
60.000,00
.
.
.
90.000,00
30%
18%
16.7%
15%
.
.
.
12.8%



Penyusunan Anggaran
Selain ramalan jangka panjang, manager keuangan haruslah memperhatikan pula kebutuhan dana jangka pendeknya, akan sangat memalukan seorang manager keuangan untuk kehabisan uang pada suatu saat, meskipun mampu bernegosiasi untuk mendapatkan kredit dari bank. Karenanya pembuatan anggaran kjangka pendek perlu mendapatkan perhatian, dengan penekanan kasus pada peramalan kas atau anggaran kas.

Anggaran Kas merupakan suatu alat management yang digunakan baik untuk perencanaan maupun pengendalian.


sistem anggaran
























Semoga tulisan diatas bermanfaat untuk pembaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar